Perihal Kehilangan, kali ini terasa berbeda
Untuk pertama kalinya dalam hidup ini, saya kehilangan teman dekat. Sakitnya Adam beberapa bulan terakhir, terlebih jika tahu dia terkena Tumor rasa khawatir kemungkinan terburuk itu ada dan dibicarakan antar teman-temannya. Namun tidak secepat ini.
Akal saya mengatakan bahwa Adam sudah tiada. Namun perasaan saya mengatakan sebaliknya. Seperti biasa, saat kerumah duka Piyungan saya datang ketika proses memandikan. Rasanya seperti nyamperi Adam seperti biasanya. Saat pemakaman di Wonosari pun sama. Bepergian menemui Adam dan kawan-kawan.
Ada beberapa yang saya coba untuk mengisi moment aneh saat ini. Seperti menulis yang saya lakukan ini, menyelam arsip foto-foto lawas, dan menghubungi kawan-kawan saya untuk sekedar random chat atau nelfun update kabar masing-masing, eh ada satu curhat tentang kisah asmaranya yang semakin awikwok haha. But I feel better. Pagi ini terasa lebih ringan dari dua hari lalu.
Mungkin ini adalah proses mencerna atas kehilangan yang terjadi. Akal menerima realitas yang terjadi, namun ada jarak dengan sistem emosi yang belum sepenuhnya merilis duka yang dirasakan. Kata temanku, mekanisme tubuh otak menahan itu agar tidak meledak dan melepasnya pelan-pelan. Kkwkw akan jadi lucu, tak sabar menunggu moment ketika lupa dan tiba-tiba teringat kalau Adam sudah tiada.
![]() |
| 3 harinya Adam |


Comments
Post a Comment