Tremor dan berproses teyus


Sebenernya saya pikir saya bisalah sudah terbiasa berbicara didepan orang walaupun banyak kureng, tapi realitanya Ya Alloh tremor abis wkwk. Ternyata rendah sekali skil komunikasi saya. Beberapa waktu terakhir saya merasakan kemampuan saya dalam komunikasi kepada orang yang baru kita temui sangat buruk. Itu terjadi ketika ngopi bersama salah satu kawan sekolah dahulu dan saudaranya yang menyusul ngopi yang tentu baru kali ini saya bertemu. Yang terjadi kikuk, saya diam membisu tidak bisa masuk dalam obrolan mereka. Kemudian kawan saya ini nyeletuk, "ngobrol loh san, ojo kaget ngono". Dor! 

Kejadian itu membuat saya merenung, sering ngopi padahal. Tapi kok skill ngobrol saya ngga bagus. Mungkin saya terlalu sering ngopi dengan orang-orang yang sama, hingga ketika bertemu orang baru kesusahan untuk memulai obrolan. Satu hal lagi kekurangan yang saya sadari selain maju berbicara di depan banyak orang. Kemudian tentu saya mencoba untuk memperbaikinya. Memberenaikan diri untuk bergabung ngopi dengan teman yang membawa teman lainnya yang tentu saya belum mengenalnya. Dari situlah saya mengaplikasikan cara dari lord Soleh Solehun, tidak perlu menyiapkan atau memikirkan topik obrolan namun mengalir saja dari satu jawaban yang ada, kembangkan dari jawaban itu terus menerus. Hasilnya? Sedikitnya saya tidak kikuk lagi ketika satu meja kopi saya ada kenalan baru. Obrolan untuk sekedar "basa-basi" berjalan. 

Namun sayangnya obrolan kopian tidak sama dengan obrolan ketika saya menghadapi pelanggan. Entahlah, karena tidak terbiasa menghadapi pelanggan untuk suatu kebutuhan mereka ditambah saya memiliki tremor yang kalian taulah akan bertambah parah gempa lokal ini yang tidak hanya tangan tapi seluruh tubuh terasa goncang saat moment-moment menegangkan seperti itu. Astagfirullah... 

Kemudian munculah tweet di atas hari ini, "nikmati prosesnya, nikmati deg-deganya. Sisanya biar diurus Yang maha Yoi" cocok. Satu sisi memang secara medis harus ada yang saya perbaiki, entah itu dari saraf, psikologi ketenangan, pola hidup, namun yang pasti semua itu adalah bagian dari proses yang sedang dilakukan. Ingat juga kata Maudy, "ketika melakukan yang kita takuti dan merasa ngga mampu melakukannya. Kita itu tumbuh banget disitu". 

Pilihanya hanya satu untuk terus tumbuh adalah hadapi, lewati fase deg-degannya, fase tegangnya, fase tremornya haha. 

Alhamdulillah ala kulli hal

Comments

Popular Posts