Solusi solusi kecil


Awal tahun ini mulai sesekali merasakan nggliyer (ngga tau saya bahasa Indonesia nggliyer itu apa? Pingsan? Bukan sepertinya). Tubuh tiba-tiba terasa doyong, nah kunang-kunang, gelap namun hanya sepersekian detik. Seketika saya kaget merasakan kondisi tersebut. Mungkin kurang olahraga, tidur atau istirahat yang kurang, atau pola makan pola hidup yang buruk. Makannya ketika Jogja dalam seminggu merasakan gempa Februari ini, feelling Awal saya mengira mungkin badan saya ini yang doyong, ternyata getaran bertambah dan berlangsung agak lama wkkw. 

Anak muda tubuh lansia. Kenyataannya memang pahit. Sudahlah punya tremor, mumet ala orang dewasa, eh ketambahan kondisi tubuh yang sesekali "oleng captain". Kondisi yang tidak mengenakan dan harus diperhatikan tentunya. Tubuh kita mungkin adalah satu-satunya yang kita punya dan kita mempunyai hak penuh dalam mengelolanya. Olahraga saya giatkan kembali walau masih belum ada perubahan signifikan. Mungkin juga karena olahraga saya masih belum sepenuhnya istiqomah terlebih olahraga akan membuahkan hasilnya dengan waktu yang tidak instan. Hingga akhirnya setelah mengalami tremor hebat di tulisan sebelumnya, syukur alhamdulillah beberapa perubahan baik terasa. Tubuh lebih tenang, gemetarnya tidak heboh lagi, rasa nggliyer menghilang, senut senut pusing masih sesekali terasa, tapi amanlah memang banyak yang dipikirkan. 

Ada pola hidup yang saya sadari merubah kondisi tubuh saya. Setelah beberapa hari ini tidak meminum kafein atau minuman kemasan tubuh saya merasa membaik, lebih tenang. Efek kafein dan gula berlebih memang biang utama menurut mbah google dan sobat gemini. Sampai terfikir kalau memang mau serius hidup sehat harus disiplin untuk tidak mengkonsumsi kopi atau minuman kemasan. Gantinya memperbanyak air putih. Kemudian ada pola lagi yang sebenarnya sudah disadari sedari lama tapi yo jenenge menungso wkw luput. Tidur atau istirahat yang cukup dan berkualitas. Tentu cukup durasinya menurut kondisi pribadi, karena realitanya fase kehidupan masih susah untuk tidur cukup dengan durasi 7-9 jam setiap malamnya. Alhasil jam 11 atau 12 malam saya baru bisa tidur, sesekali malah jam 1 malam. Karena itulah saya fokus untuk kualitasnya. Yang coba saya lakukan awalnya adalah tidak mengkonsumsi kafein pada malam hari dilanjutkan dengan tidak banyak memegang handphone pada malam hari. Membuka hp untuk cek pesan WA saja sesekali kemudian yasudah letakkan kembali, tidak seperti sebelumnya yang bisa berjam-jam scroll sosial media; yang mengakibatkan waktu terbuang, otak masih kencang bekerja menyerap informasi yang sebegitu banyaknya dari kita membuka sosmed. Itulah yang membuat tidur kita susah da. kurang  nyenyak. Kemudian hal lain yang saya sadari kembali adalah kegiatan menulis dan membaca cukup efektif untuk kondisi otak kita memberikan ketenangan pada tubuh kita. Menulis membantu kita untuk menguraikan isi kepala yang ruwet dan banyak sampah informasi itu. Membaca membuat saya menyerap informasi secara "ramah", berbeda dengan sosial media tentunya. Melatih kita untuk fokus dan tenang. I'am feel better

Terlepas berbagai banyaknya tulisan saya akhir-akhir ini tentang kondisi kesehatan atau tubuh saya, saya mensyukuri bahwa kesadaran terhadap kesehatan ada pada diri saya. Terlebih dengan berbagai kekurangan yang saya sadari, ada upaya untuk melakukan perbaikan demi perbaikan. Hingga munculah tagline di dalam otak saya, "jangan nikah kalau belum memastikan sehat". 

Comments

Popular Posts