27
Ternyata laki-laki ini sudah berusia 27 tahun. Sudah tidak pantas disebut remaja lagi. Usia yang sangat matang untuk mencapai segala capaian, seharusnya. Menuju dewasa tapi faktanya masih jauh. Masih tertatih-tatih memperbaiki dan mengejar ketertinggalan. Saya masih anak muda yang waktunya habis untuk main dan main. Belum benar-benar mengetahui skala prioritas di usianya. Yasudah.
Masih menjadi manusia yang vokal, tentu saya syukuri tetap berdiri untuk bersuara terhadap apa yang tidak semestinya, janggal, bahkan tidak adil. Akhirnya merasakan bagaimana orba itu, mencoba taste-nya dari mantunya langsung. Capek, tapi ya kalau diam juga ndak bisa, bukan pilihan. Setidaknya standing point saya tetap, semoga istiqomah tapi kalau di kasih komisaris mau mau aja sih saya wkwkwk.
Masih jaga di penyewaan Jas dan malamnya hampir selalu keluar rumah. Niatnya nyari angin, entah disambi ngopi atau narik dan ngangkring. Doakan ya semoga awal tahun depan lembaran baru terbuka lebih baik lagi.
Kesehatan, trenn yang membuat bersyukur ditengah-tengah berita buruk dari negara yang memenuhi linimasa, masih banyak content edukasi salah satunya kesehatan. Banyak content lari dari teman-teman, tracking, bahkan sudah banyak yang jadi member gym. Lalu saya?, sayangnya masih kurang istiqomah. Dengan pembenaran bahwa joging sebenarnya tidak disarankan untuk rutin saya lakukan maka saya jadi malas melakukannya. Pengennya sekali seminggu. Pengennya. Olahraga lainnya saya arahkan untuk menguatkan masa otot, tentu saya belum bisa untuk daftar jadi member gym. Sementara hanya mandiri dengan alat seadanya dirumah. Its oke, it works juga.
Mikirnya usia segini haruse saya sudah meniqa. Tapi dipikir lagi ternyata masih jauh saya, entah dari segi mental, keuangan, memang masih jauh. Lalu kapan?
Doakan saja. Berita buruk pernikahan membuat saya menjadi berlapis-lapis untuk menyiapkan semuanya. Fokus diri sendiri dulu aja walaupun juga merasa butuh teman untuk ngobrol, bertukar rasa. Sejauh ini masih aman terkendali sembari tetap mencari dan tidak lupa membentuk diri sendiri.
27 tahun tetap potong kue. Akhirnya kue impian saya terwujud. Ada foto kecil saya disitu. Emang saya riquest untuk di buatkan kue ultah mirip dan alhamdulillah direalsisasikan oleh adiks saya. Tapi jujur angka ini sangat berat sekali rasanya haha.
Semoga kita bertemu di blog bulan Juni dengan angka 28, 29, dan seterusnya ya...
Doakan makin tambah baik lagi, rajin ibadah, tambah sehat, makin kayarayaaa, sehat sentosa. Titip juga buat kita semua yang sedang sakit semoga diberikan kesembuhan, dan untuk sohib saya yang masih struggle, Adam. Lekas membaik!.
Tabik.


Comments
Post a Comment