Menemui dan ditemui
Sebelum lanjut cerita, mari saya perkenalkan satu per satu. Ada Laksmi, seorang prempuan asal Nganjuk yang rumahnya tetanggan desa dengan Haidar. Betul, ia pacarnya Haidar. Pertemuan saya dengan Laksmi bukan yang pertama kali, kami sudah pernah bersua sebelumnya ketika sepasang kekasih ini berlibur ke Jogja. Wajar jika kami sudah cukup mengenal untuk saling berbincang, karena mungkin Haidar menceritakan saya dan Haidar juga menceritakan Laksmi kepada saya. Kemudian ada Alika yang saat ini bekerja di Jakarta. Perempuan dari Aceh yang sedari jaman kuliah terkenal aktif hingga ada masanya dia sakit-sakitan karena kelelahan mengikuti berbagai kegiatan yang ada di kampus. Saya mengetahuinya karena dia sempet deket dengan senior abang-abangan saya juga hehe. Tapi itulah kerennya Alika, perempuan yang aktif. Ohya btw postingannya di instagram termasuk favorit saya hingga saat ini, ala ala estetik begitu, nyenengin cara dia membagikan setiap moment kesehariannya, terlebih pengalamannya.
Kemudian ada Dimas, aa-aa Bandung yang dulu kuliah nyambi ngojol juga. Jika saya menggunakan motor maka Dimas make mobil, saya lupa dia Gocar apa Grabcar. Bisa dibilang ia rajin pada masanya, apalagi akun drivernya termasuk gacoorr. Saya coba mengingat, persinggungan awal kami terjadi ketika masa kuliah saya berkunjung ke kontrakannya yang berada di Jl. Palagan. Tentu saat itu saya bersama Haidar, tak lupa bang Bimo dan sepertinya Ilham AKA Nganjuk preddd juga bersua di moment itu. Dari situlah saya mulai bersinggungan dengan circle Haidar ini.
Oke lanjut, berikutnya bernama Albarian. Sebenarnya sudah cukup lama saya tahu anak ini, cuma karena orangnya pendiam maka saya baru mulai bersinggungan ngobrol ketika akhir kuliah, baru setahun kebelakang ini. Barian ini adalah teman sepenanggungan mahasiswa tua, wkkw. Ia selalu menunggu dospemnya di parkiran pasca depan masjid. Sesekali saya bertemu ia disana atau ketika di kontrakan (kontrakan yang di Mino)
Bicara tentang kontrakan, seperti yang saya utarakan diatas. Persinggungan saya dengan mereka berawal di kontrakan Dimas di Jl. Palagan belakang hotel Alana (kalau ndak salah ingat). Kemudian berpindah di congcat belakang Polda dan terakhir naik sedikit ke utara di daerah Minomartani. Nah Albarian mulai bersinggungan dengan saya di chapter kontrakan Mino ini. Ketika akhirnya Dimas selesai kemudian bekerja ke barat, tinggal Haidar dan Barian, kemudian Haidar menyusul sidang dan berakhirlah kontrakan mereka. Sempat ada moment Barian ngelaju dari Ngawi-Jogja untuk bimbingan. Haha namanya juga perjuangan mahasiswa mentok yang pada akhirnya kami selesai juga berbarengan. Ndak jadi DO :)
Terakhir, Ade.
Dulu dia berada di circle yang sama dengan Haidar dan mas Bimo. Circle yang terbentuk salah satunya karena sering jadi satu di organisasi yang kami ikuti, entah satu departemen atau satu divisi kepanitiaan. Ada moment yang dulu sempat mengganggu saya, yaitu ketika saya mulai akrab dengan Haidar dan ngopi dengan mas Bimo juga, laki-laki bernama Ade ini pun hilang :(
Tentunya itu hanya asumsi saya mengatakan kalau Ade pergi karena saya masuk ke lingkaran mereka bertiga. Mau klarifikasi ngga pernah nemu waktunya apalagi ketemu orangnya. Akhirnya uneg² dari semester 5 itu baru keluar kemarin itu di homestay wkwkw. Suwi tenan.
Ohya untuk informasi saja, Ade ini adalah pacar dari salah satu teman dekat saya Mizzmainna AKA Cimeng. Sebagai orang yang berasal dari Jogja, apalagi Babarsari - Jakal bisa dibilang dekat realitanya kami jarang ketemu, dan baru terjawab bahwa kami memang tidak akrab. Hemm, memang selama ini dia bekerja merantau di luar Jawa. Kalaupun pulang Jogja saya akan dapat kabar Ade balik ya dari Cimeng kalau ngga ya Haidar, dan selama itu juga kami tidak ada moment untuk berbincang. Kwkw asswww jebul ora akrab :D
![]() |
| Foto biar terlihat akrab |
MAKRAB
Malam itu saya menuju homestay pukul 21.00 wib. Sempat sungkan karena tujuannya berbincang dengan Haidar + Laksmi saja. Karena ya banyak hal yang ingin saya update kepada Haidar. Ya ndak enak to kalau disana juga banyak yg lainnya. Tapi it's oke, meluncurlah saya. Realitanya saat disana saya malah cerewet sekali, hingga Alika ngomong "alay", Ade ngomong "Ribet", dan Haidar menimpali "terlalu overrhingking". Saya keluarkan uneg-uneg saya mumpung bertemu wong Jakal satu ini, Ade. Seperti halnya Makrab, mungkin itulah yang terjadi. Saya berbincang, lebih ke klarifikasi sama Ade ini ahahaaha.
Kepada Dimas sempat saya bilang kalau teman saya banyak juga disini, lha kan saya orang asli sini. Tapi bukankah tiap kita punya lapisan pertemanan yang bermacam-macam hingga berbeda tiap kedalamannya. Untuk merasakan excited hingga crewet malam itu merekalah salah satu tempat saya meluapkan segalanya. Kangen aja mungkin sudah lama tidak bersua. Jujurly saya seneng sekali bertemu mereka, tidak hanya Haidar saja tapi semua. Pertemuan adalah kabar. Dengan Dimas yang terakhir ketemu waktu di Jakarta, dengan Barian teman sepenanggungan seperjuangan itu dan dengan Ade podo-podo cah Yujo tapi ga akrab. Yauwes.
Tak lupa juga untuk berbincang lebih intime dengan Haidar, update kabar terbaru orang tua kami, dan kisah asmara tentunyaaa. Dorrr wkwk.
Berbincang, berbincang, kemudian istirahat. Mereka sebenarnya capek ya karena habis dari pantai tapi ya bodoamat sih.
NGOPI PAGI
Malam itu saya ikut numpang menginap di Homestay karena sudah larut malam setelah update cerita masing-masing dengan Haidar. Lalu paginya kami mencari sarapan sekalian Haidar juga sudah lama tidak bersua mbapeg. Jadilah kami mengajak mbapeg dan menuju ke Bonbale.
Untuk pertama kalinya di tahun ini saya bisa keluar pagi. Soalnya selalu masuk pagi, dan kalau keluar ngopi ya malam saja bisanya. Tapi yo pie meneh, mumpung ketemu mereka. Berbincanglah kami, tentu obrolan lebih mengulang hal yang sudah terlebih dahulu saya dengar, atau mencoba memperjelas, dan tetap update kabar masing-masing. Mbapeg alhamdulillah masih "waras", saya syukuri itu. Semoga kuat sampai tahun depan ya wkwk.
Untuk pertama kalinya juga mbapeg bertemu Laksmi. Mereka tidak butuh waktu lama untuk saling berbincang dan melakukan adegan "women support women". Suasana Bonbale yang sejuk agak dingin itu membuat pertemuan kami mengasyikkan dan tidak terasa sudah siang saja. Tak lupa juga mengabadikan moment dengan digicam yang akhirnya untuk pertama kalinya kamera ini saya keluarkan ketika bersua mbapeg. Hehe.
Karena emang niat awalnya hanya sarapan, maka menjelang siang kami balik kanan. Terlebih saya harus buka toko siang harinya, sesuai perjanjian saya dengan ma boosss. Setelah keluar Bonbale, kami langsung berpisah kembali. Seperti yang saya sering katakan, hidup dewasa ini ternyata waktu dan tenaga kita memang semakin terbatas. Maka dalam keterbatasan tersebut syukur alhamdulillah saya masih bisa bersua mereka, lagi.
Malam dan pagi yang sangat membahagiakan bagi saya. Banyak cerita yang tertahan akhirnya keluar juga. Lega rasanya. Kangen yang terobati.
Alhamdulillah mereka masih sehat, mereka juga masih survive dan masih terus mengupayakan setiapnya, mengupayakan segala yang di cinta-citakannya.
Sehat lancar selalu dan ketenangan selalu menghampiri kalian semua. Kesehatannya jangan lupa dijaga.
Untuk waktu dan tenaga yang diluangkan, terimakasih sudah mau menemui dan ditemui. Sampai jumpa lagi 👋









Comments
Post a Comment