Ayolan kawan
Sebenarnya tidak ada yang benar-benar gratis. Segala program dengan embel gratis, subsidinya tentu menggunakan uang dari pajak. Pengadaan program tersebut pun juga menggunakan uang dari pajak. Pajak siapa? Pajak kalian, uang kalian.
Maka memang tidak ada yang gratis. Program itu ada karena uang kalian yang dikeluarkan untuk iuran ke negara. Seharusnya memang itu hak kalian. Kalian bayar pajak, kalian dapat manfaatnya. Terutama program dasar, pendidikan dan kesehatan yang seharusnya memang tis gratis.
Aneh lagi jika program tersebut diatasnamakan pemerintah atau pimpinanya, "bantuan dari presiden" misal. Lha uang siapa diaku-aku. Tugas mereka adalah membuat program kebijakan dan melaksanakannya-menyalurkannya. Itu saja.
Namun satu sisi kita masih memandang mereka yang duduk di pemerintahan sebagai Manusia setengah dewa. Entah kalian yang tidak terfikirkan atau emang saking kebangetane radong. Bukankah dalam demokrasi, Tuanya adalah kita, sebagai rakyat. Mereka di pemerintahan adalah pelayan kita. Tugasnya melayani kita. Jika ada penyelewengan maka hak kita untuk menuntut dan bahkan menghukumnya. Lalu kenapa kalian masih saja membelanya jika ada kekeliruan dalam kebijakan yang mereka lakukan? Rela bertabrakan dengan sesama masyarakat hanya untuk membela mereka yang jadi pelayan kita. Kenapa sih?
Comments
Post a Comment