Menemui dan ditemui


Weekend akhir Juni ini ada teman-teman semasa kuliah berlibur ke Jogja. Lebih tepatnya circle dari sohib saya Haidar sekaligus jadi moment mereka bersua. Alasan itu juga yang membuat saya turut menikmati suasana reuni mereka itu. Mereka menginap di homestay daerah jl. palagan bawah yang menurut saya nyaman lah, tempatnya masuk gang, mobil masih bisa, apalagi kata Haidar harganya termasuk murah.

Sebelum lanjut cerita, mari saya perkenalkan satu per satu. Ada Laksmi, yak betul pacarnya Haidar. Ini bukan pertemuan pertama kami, sudah cukup mengenal untuk saling berbincang, yo pie meneh pacare sohib ane. Kemudian ada Alika yang saat ini bekerja di Jakarta. Perempuan yang sedari kuliah terkenal aktif hingga ada masanya dia sering sakit karena kelelahan mengikuti berbagai kegiatan yang ada di kampus. Saya tahulah, lha dia sempet deket dengan senior abang-abangan saya juga wkwk. Tapi itulah kerennya Alika, sibuk. Ohya postingannya di sosial media termasuk favorit saya hingga saat ini, ala ala estetik begitu, nyenengin cara dia membagikan setiap momentnya. 

Kemudian ada Dimas, aa Bandung yang dulu juga kuliah nyambi ngojol. Kalau saya motor dia mobil. Termasuk ojol yang rajin pada masanya, apalagi akun dia gacoorr parahh. Kalau tidak salah, persinggungan awal dengan Dimas terjadi ketika main ke kontrakannya yang berada di Jl. Palagan, tentu bersama haidar dan masih ada bang Bimo dan ohya sama Ilham AKA Nganjuk pride juga bertemu disini. Dari situlah saya mulai bersinggungan dengan circle Haidar ini. Oke lanjut, berikutnya ada namanya Albarian. Sebenarnya sudah cukup lama saya tahu anak ini, cuma karena orangnya pendiam maka saya baru mulai bersinggungan ngobrol ketika akhir kuliah. Yak Barian ini adalah teman sepenanggungan mahasiswa tua, wkkw. Selalu bertemu ketika dia menunggu dospem di parkiran pasca depan masjid. 

Saat itu dia ikut menginap di kontrakan terakhir rombongan mereka di Congcat. Ketika akhirnya Dimas rantau ke barat, tinggal Haidar dan Barian, kemudian Haidar menyusul selesai sidang berakhirlah kontrakan mereka. Sempat ada moment Barian ngelaju dari Ngawi-Jogja untuk bimbingan. Wkw namanya juga perjuangan mahasiswa mentok. Yaaa pada akhirnya kami selesai barengan. Hamdalah. 

Terakhir, Ade.
Dulu dia berada di circel Ade Bimo Haidar, karena salah satu halnya mereka sering bareng saat di organisasi maupun kepanitiaan. Namum ketika saya masuk nimbrung, Ade menghilang :(. Asumsi saya mengatakan kalau Ade pergi karena saya masuk ke lingkaran itu, mau klarifikasi ngga pernah nemu waktunya apalagi ketemu orangnya. Akhirnya uneg² dari semester 5 itu baru keluar kemarin itu wkwkw. Suwi tenan. 
Ohya Ade adalah pacar teman dekat saya Mizzmainna AKA Cimeng, dan sekaligus teman dekatnya Haidar yang juga teman dekat saya. Sebagai sama-sama Jogja, realitanya kami jarang ketemu, dan baru terjawab bahwa kami memang tidak akrab. Hemm, memang selama ini dia kerja rantau. Kalaupun balik Jogja saya dapat kabar Ade balik ya dari Cimeng kalau ngga ya Haidar, dan selama itu juga tidak ada moment kami untuk berbincang. Kwkw asswww jebul ora akrab. 


Foto biar terlihat akrab

BERBINCANG MALAM
Malam itu saya menuju homestay pukul 21.00 wib. Sempat sungkan karena tujuannya berbincang dengan Haidar + Laksmi saja. Karena ya banyak hal yang ingin saya update kepada Haidar. Ya ndak enak to kalau disana juga banyak yg lainnya. Tapi it's oke, meluncurlah saya. Realitanya disana saya cerewet sekali, hingga Alika ngomong "alay", Ade ngomong "Ribet", dan Haidar menimpali "terlalu overrhingking". Saya keluarkan uneg-uneg saya mumpung bertemu wong Jakal satu ini, Ade. Kepada Dimas saya bilang kalau teman saya banyak disini, memang. Tapi untuk merasakan exited hingga crewet malam itu merekalah salah satu tempat saya meluapkannya. Ya jujurly saya seneng sekali bersua mereka, tidak hanya Haidar saja tapi semua. Pertemuan adalah kabar. Dengan Dimas yang terakhir ketemu waktu di Jakarta, dengan Barian teman sepenanggungan, dengan Ade podo-podo cah Yujo tapi ga akrab. Yauwes. 



Tak lupa untuk berbincang lebih intime dengan Haidar, update kabar terbaru orang tua kami. Dorrr wkwk. Berbincang, berbincang, kemudian istirahat. Mereka sebenarnya capek ya karena habis dari pantai tapi ya bodoamat sih. 

NGOPI PAGI 


Malam itu saya menginap di Homestay karena larut malam setelah bercerita bersama Haidar. Paginya kami ngopi sekalian cari sarapan. Karena Haidar juga sudah lama tidak bersua mbapeg. Jadilah paginya kami mengajak mbapeg dan menuju ke Bonbale. Untuk pertama kalinya saya bisa ngopi pagi. Padahal waktu luang saya hanya malam saja sebenarnya wkwk, tapi yo pie meneh mumpung. Tentu obrolan lebih mengulang hal yang sudah terlebih dahulu saya dengar, atau mencoba memperjelas, dan tetap update kabar masing-masing. Mbapeg alhamdulillah masih waras, saya syukuri itu. Semoga kuat sampai tahun depan ya wkwk. Untuk pertama kalinya juga mbapeg bertemu Laksmi. Mereka tidak butuh waktu lama untuk saling berbincang apalagi dia satu mobil dalam perjalanan. Suasana Bonbale yang sejuk dingin membuat pertemuan kami mengasyikan dan tidak terasa sudah siang. Tak lupa juga mengabadikan moment dengan digicam, akhirnya untuk pertama kalinya kamera ini saya keluarkan ketika bersua mbapeg.

Karena emang niat awal sarapan, maka menjelang siang kami balik kanan. Terlebih saya harus buka toko siang harinya, sesuai perjanjian saya dengan ma boosss. Kami langsung berpisah kembali lagi. Seperti yang saya sering katakan, hidup dewasa ini ternyata waktu dan tenaga kita memang semakin terbatas. Maka dalam keterbatasan tersebut syukur alhamdulillah saya masih bisa bersua mereka. Yaaa malam dan pagi yang sangat membahagiakan bagi saya. Banyak cerita yang tertahan akhirnya keluar juga. Lega rasanya. Kangen yang terobati. 




Mereka masih sehat, mereka juga masih survive dan masih terus mengupayakan setiapnya. Sehat lancar selalu dan ketenangan selalu menghampiri kalian semua. Untuk waktu dan tenaga yang diluangkan, terimakasih sudah mau menemui dan ditemui. Sampai jumpa lagi 👋

Comments

Popular Posts