Ciptakan sendiri euforia ramadhanmu


Ada beberapa perubahan yang terjadi setelah dewasa ini dalam menjalani bulan ramadhan. Euforia yang jauh berbeda dari masa kecil atau masa sekolah. Tentu saya paham, kesibukan menjadi hal utama berbedanya suasana masa kecil dan masa menuju dewasa ini. Jika dahulu kita hanya mengetahui main-main saja bagaimana suasana yang gayeng kita rasakan setiap ramadhanya. Berkumpul bersama teman, berbuka dengan menu beragam, bermain-main saat TPA, menghitung mundur menuju hari raya, dan tentu malam takbiran hingga halal bihalal yang membuat masa itu begitu membahagiakan. Lalu kenapa di kehidupan Dewasa ini suasana itu seakan lenyap? 

Semakin besar kita, bertambah umurnya kita menjadi "orang dewasa" membuat kita mengetahui apa itu tanggung jawab. Tanggung jawab untuk beribadah, tanggung jawab untuk bekerja. Sudah tidak ada waktu lagi atau sangat sedikit waktu untuk melakukan bahkan memikirkan bermain-main di bulan suci ini seperti kehidupan jaman sekolah dahulu. Alih alih memikirkan keseruan ramadhan, kita akan lebih fokus untuk melakukan esensial dari bulan ini. Memperbanyak ibadah. Itupun jika waktu bekerja kita masih bisa di kompromi ataupun kelemahan setelah berjibaku dan payah dalam beribadah. Walaupun bukan berarti kita tidak bisa menciptakan euforia ramadhan masing-masing yang sudah disesuaikan dengan kehidupan kita saat ini. Lebih dari sekedar mencari euforia, kehidupan Dewasa ini mengajak kita untuk menemukan makna dari bulan suci ini. Ya makna, pada akhirnya itulah yang kita harus kita cari dan temukan. 

Comments

Popular Posts