Ibu saya masih survive


Kabar baik dari Ibu menyapa kalian. Meski tetap dengan dinamika usia ibu saat ini setelah melewati sakit - sakitannya, hamdalah ibu tetap survive dan terbilang sehat hingga saat ini. Penurunan kognitif dan kondisi tetap ada, tapi its oke, ibu masih bisa menjalankan rutinitasnya. Entah itu memasak, berjemur pagi hari, latihan hadroh, pengajian, atau berjalan menuju-dari masjid juga masih ibu lakukan. Ohya tidak lupa melakukan hobinya, menyulam. 

Daya ingatnya menurun, pasti. Tenaganya pun juga. Ya bagaimana lagi, tak mengapa. Ibu masih bertahan. 

Bahkan ibu masih bisa melahap makanan apapun, apapun itu. Belum ada pantangan untuk tidak boleh makan ini itu. Sesekali khawatir, dan memang tetap harus dikontrol. Semisal makanan goreng-gorengan itu boleh tapi hanya satu sebagai "tombo pengen". Karena di kondisinya sekarang, masih bisa makan apapun itu termasuk rezeki yang tak terkira. Lebih ke asal membuatnya bahagia namun dengan resiko yang sudah diukur yaudah ndak papa. Bahagia, imun naik otomatis tubuhnya jadi bisa bertahan lebih baik. 



Bahkan ibu saya masih bisa saya ajak naik motor haha, walau itu tadi tetap sudah diukur seperti jarak jauh tidaknya dan kondisi ibu saat itu. Terlebih silahturahmi adalah obatnya ibu, Coping mekanism. 

Hikmahnya juga ada, ibu memberikan pelajaran bagi saya tentang berbagai pengetahuan baru yang sebelumnya saya tidak ketahui. Kesehatan itu penting, itu adalah investasi mutlak seorang manusia. Tidak ada alasan masih muda agar hidup seenaknya, tidak bisa. Karena memang pola hidup sehat itu harus dimulai sejak dini, stanting saja dimulai dari sang ibu dan sang bayi. 

Namun ada dua hal yang ingin saya bagikan teman-teman. Pertama, kesehatan kognitif. Kesehatan koginitif berkaitan dengan proses berfikir, pemahaman, ingatan, dan pemecahan masalah harus di sadari dan di rawat sejak dini. Membaca, menulis, bermain seni itu salah satunya untuk menjaga kesehatan otak kita. 

Kemudian yang kedua, kesehatan tulang rangka kita. Dalam hal ini adalah tulang utama yang berperan untuk menopang tubuh kita, terlebih saat kita berada di masa tua. Tulang ini harus dipersiapkan untuk menjaga agar tubuh kita tetap tegak dan kuat saat masa usia lanjut. Dua point itu bagi saya sangat penting dan semua itu tercermin dari saya melihat ibu saya sendiri. Ya harus belajar dari kejadian yang menimpa orang lain kan ya, masak harus merasakannya sendiri baru menyesal. 

Alhamdulilah, 
Selagi masih bisa, selagi masih ada. 
Rawat yang ada. 

Comments

Popular Posts