Yorapopo


Karena masih bulan Syawal, saya mengucapkan minal aidzin wal faidzin. Maaf lahir batin ya teman-teman. 

Tulisan kali ini adalah pengalaman saya waktu idul fitri kemarin. Tentu saya merasakan moment ditanya-tanyain itu. Khususnya waktu mereka menanyakan pekerjaan saya. Paling banyak akan merespon dengan ucapan hamdalah, ditambah menelusuri seluk beluk pekerjaan saya saat ini dan bagaimana plan kedepannya. Namun ada satu lagi respon mereka yang bikin hari raya itu menambah menu pikiran saya. Respon itu berbunyi;
"yorapopo". 

Singkat, kadang ditambahi dengan ucapan semangat itu membuat saya beberapakali mengerutkan dahi untuk meresponya. Terlebih jika mereka mengucapkan kalimat itu dengan ekspresi yang suka tidak suka menambah perasaan beban di saya karena tersirat kekecewaan mereka atas pekerjaan saya saat ini. Yang awalnya saya baik-baik saja memandang realita kerjaan saya malah bikin saya merasa "iya juga ya, ada rasa kecewa sedihnya karena tidak-belum sesuai dengan apa yang diinginkan". 

"Yorapopo", wkwk lha emang rapopo. ;) 

Respon yang kurang cocok karena seakan saya menjawab pertanyaan pekerjaan ini dengan sedih, pasahal biasa aja wkkw. Tapi mungkin merek juga berharap saya mendapat pelerjaan yang lebih baik, yang sesuai, dan itu sangat saya hargai sekali. Syukurnya semua itu saya anggap sebagai ekspresi bahasa kepedulian mereka.teehadap.saya. Semua itu di luar kendali saya dan yang bisa saya kendalikan adalah respon yang saya berikan. 

Yorapopo. Bentuk perhatian yang harus disyukuri. Semoga doa baik, harapan mereka bisa saya capai dengan baik dan sesuai dengan kehendak-Nya. 

Comments

Popular Posts