Mari kita maknai


Pertama, innalillahi wa inailaihi rojiun. Turut berduka cita atas kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi tadi malam. Semoga mendapatkan tempat disisinya, para pejuang nafkah, perempuan - perempuan tangguh, yang pulang ketempat semula. Husnul khatimah, aamiin. 

Ada doa ketika berpergian keluar rumah yang kita semua tahu, yang sejak kecil sudah diajarkan di rumah maupun di bangku sekolah. 

Bismillahi tawakkaltu alallahi wa la haula wa la quwwata illa billahil aliyyil adhim. 

"Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah"

Coba deh simak artinya. Kalimat berserah diri tergambar dari arti doa tersebut. Ternyata ketika kita berpergian keluar rumah semua bisa terjadi kepada kita, di jalan, di tempat tujuan, tempat transit, dimanapun. Semua itu ternyata diluar jangkauan kita.

Banyak hal di dunia ini yang bukan kuasa kita. Tidak ada daya dan upaya. Bolehlah kita berupaya, dan itu wajib. Namun namanya manusia yang mempunyai batas kemampuan dan banyak kekurangan selalu ada titik dimana ada batas yang tidak bisa kita kuasai. Kemudian agama menamakannya itu dengan tawakal. Berdoa dan berserah diri

"Tugas kita berusaha, untuk hasil bukan kita yang menentukan". 

Nek jare cah-cah, waktunya jalur langit tampil. Melangitkan doa, dan kita serahkan kepada-Nya. 

PELAJARAN YANG DI AMBIL 
Sebagai manusia yang diberikan akal, maka tugas kita tidak hanya membicarakan peristiwa namun juga membicarakan bagaimana 

"Great minds discuss ideas; average minds discuss events; small minds discuss people."
-Eleanor Roosevelt. 

Pikiran kecil fokus membicarakan orang lain, gosib. Pikiran menengah fokus membicarakan peristiwa yang sedang terjadi. Pikiran besar fokus membicarakan ide gagasan (solusi, inovasi, filosofi). 

Tentunya kita bisa mengambil pelajaran dari peristiwa ini, tentu harus ada yang dievaluasi. Fokusnya bukan siapa tapi apa yang harus dievaluasi baru siapa yang bertanggung jawab.  Kejadian beruntun berawal dari taxi yang nerobos rell saat akan ada kereta lewat. Terjadilah tabrakan antara KRL dengan taxi. Karena ada gangguan itulah menyebabkan ada KRL yang lain menunggu di stasiun. KRL yang berada di stasiun itulah yang di tabrak kereta jarak jauh Argo Bromo dengan kecepatan tinggi. Terakhir, dari keterangan asisten masinis bahwa ada sinyal yang error yang menyebabkan kereta tetap melaju kencang tanpa menurunkan kecepatan padahal di depan sedang ada gangguan.

Ada Fakta awikwok lagi kalau kondisi perlintasan kereta yang di trabas taxi itu tanpa palang kereta api yang dikuasai warlok/ormas karena untuk kepentingan jasa pak ogah. Padahal posisi perlintasan itu dekat dengan stasiun. Keren indonesia banget. Lagi-lagi govt kalah sama yonko (cah wanpis mesti dong), maksudnya pemerintah kalah sama preman berkedok ormas. 

Tentu banyak lagi analisa dari ahli maupun netizen tentang faktor yang memicu-menyebabkan tragedi tersebut. Intinya kompleks. Semua harus dievaluasi. Dan seperti rumus biasanya, permasalahan yang kompleks membutuhkan solusi sistematik daripada solusi individualistik. Solusi sitematik hanya bisa diselesaikan oleh mereka yang mempunyai kuasa, mempunyai daya yang cukup entah itu peralatan, anggaran, sdmnya untuk mengatur semuanya agar berjalan dengan semestinya. 

Standing point saya selalu jelas, menyalahkan individu di masalah kompleks itu raono gunane. Karena apa yang kalian harapkan dari setiap individu-individu yang banyak ini kecuali mereka diatur dengan sistem yang baik dan dikawal-ditindak oleh sistem keamanan yang baik pula. Tentu yang harus bertanggung jawab adalah govt dan jajaranya, terlepas dari swasta yang mbandel harus diberi sanksi dan yang bisa menindak dan memberikan izin adalah...yak govt. 

Kok terlalu kenceng ya bahasanya, setidaknya saya ingin kalian tahu bahwa setiap kesalahan sistematik-kesalahan kebijakan akan berdampak pada hajat orang banyak. Semua bisa kena. 

Hujan belum reda, maka saya akan tutup dengan hal yang sederhana tapi ternyata sebermakna itu. 

"Hati-hati di jalan" dan "Kabarin kalau sampai rumah" ternyata adalah kalimat sepele yang se-meaningfull itu. Kalimat sederhana yang kadang kala sudah dianggap basa basi tersebut jika disimak lagi mengandung makna yang dalam. Terlebih seperti bahasan diawal jika kita keluar berpergian semua hal bisa terjadi dan itu diluar kuasa kita. Maka kalimat tersebut akan sangat berarti. Sebuah doa dan harapan agar kita tetap bisa bertemu lagi. 

Maka dari itu, teman-teman. Kita tidak pernah tau kapan pertemuan terakhir itu akan terjadi. 
Bersyukurlah, berbahagialah, hadir disetiap moment yang ada. 

Terakhir, yang pasti semua akan kembali kepada-Nya. Semoga ketika maut itu tiba, kita bisa menyambutnya dengan baik. Nek jare cah bantul kae, Mati syahdu. Dan sampai jumpa di kehidupan berikutnya. Ingat kata eyang Sapardi, 

"Yang fana adalah waktu (dunia), kita abadi"




Comments

Popular Posts