Senang - Senang
Pengalaman ngonser sendirian di Senang – Senang Fest meninggalkan kesan tersendiri. Mundur kebelakang, bulan desember tahun lalu ketika melihat posternya, dengan gust yang kebetulan hamper semua adalah playlist harian, saya memutuskan untuk membelinya. Bayangkan ada Sal, Nadine, Barasuara, The Adams feat Fstvlst ditambah Perunggu dan Hindia seharga 110k saat itu ya saya sikat. Vanue Solo menjadi ide untuk jalan – jalan dahulu, niatnya. Walaupun realitia ternyata konsernya di Tjolomadoe, yang wadoh jauh dari stasiun membuat rencana KRL-an batal. Ya nggapapa satu jam setengah dari rumah deketlah.
Namun berjalannya waktu saya mulai masuk kerja, dengan penyesuaian
dan ngobrol sama pemilik toko, saya kemudian masih bisa memastikan untuk pergi.
Karena niat awal memang tujuannya pengen ngonser dan sudah beli tiket sendrian
jauh – jauh hari, maka dengan atau tanpa teman saya akan tetap gas.
Sendirianlah naik motor menuju Tjolomadoe selama dua jam,
hha. Baru balik dari toko jam empat sore, dan sudah megiklaskan sal dan Nadine yang
di rundown tampil sore kemudian berharap Barasuara maka meluncurlah beat street
ini. Sesampainya Klaten hujan lebat dan berhenti untuk mengamankan barang
bawaan termasuk Sepatu agar tetap kering. Sialnya hujan lebat mengajak badai ini menemani
perjalanan hingga vanue!. Pukul lima sorean saya sampai di Tjolomadoe, muter –
muter sambil survey tempat singgah dan parker saya memutuskan menjauh dahulu
dari area vanue. Ketemulah RM Padang, makan sambil nengok HP, mencari info
apakah masih lanjut konsernya karena di postingan Instagram masih sampai Sal,
Nadine yang harusnya selesai belum ada postingan sama sekali termasuk di
instastory. Nothing to lose, sudah sampai sini kalau cancel yaudah tapi
masih mikir keknya ga mungkin cancel, kemungkinan di tunda sampai hujannya
mereda. Habis makan nyari masjid biar ga riweh kalau magriban di vanue, lanjut
nyari potongan jalan masuk kampung nyari parker yang nyaman. Saya selalu memilih
parkir agak jauh untuk kenyamanan dari pada dekat tapi crowdid ya walaupun
effort jalannya itu ya, tapi it’s okelah.
Menuju vanue! Sebenarnya ada teman yang juga menonton, namun
karena keadaan begini mau ketemu juga agak susah akhirnya tetap memutuskan
untuk still solo. Apalagi setelah mengetahui teman saya ini berada di tengah
dekat panggung, ndak dulu. Saya memilih menjauh dari pangung agak pinggiran,
biar bisa menepi dari kerumunan sesaat. Baru masuk masih dapat Nadine pidato,
wkw dia ngasih pengumuman kalau ngga lanjut nyanyi, padahal kata orang – orang di
sekitar saya dia baru nyanyi 2 lagu. Gimana lagi, karena mundur dua jam biar
semua guest yang masih tersisa bisa on stage. Oke Barasuara!. Gayeng. Memuaskan.
Jujur band ini yang pengen sekali saya tonton di sini dan hamdalah saya puas.
Perunggu, skip. Wkwk. Setelah Barasuara selesai berpikir
untuk menepi kebelakang, namun penasaran sama Perunggu dan saya belum bisa
menikmati haha. Belum apal guys padahal depan belakang kanan kiri pada asek
nyanyi kenceng. Lalu mundurlah saya, karena habis ini Hindia.
Petjahnya disini. Ketika sedang istirahat duduk di belakang
Hindia on stage dan entahlah ternyata banyak lagu dia yang familiar di telinga
saya. Apalagi euforia penonton sangat bisa dirasakan. Semua bernyanyi, menari
di lingkarannya masing – masing. Bahkan di belakang, di mana kanan kiri saya adalah
penonton jompo dan membawa keluarga mereka juga turut hanyut dalam suasana.
Gilak, saya memutuskan untuk maju kembali ke kerumunan setelah beberapa lagu. Di
luar ekspektasi, Hindia membuat saya bisa menikmati lagu – lagunya. Membuat
saya hingga detik ini ketika mengetik di temani playlist dari Hindia juga. Pengen
lagi!
Penutup, The Adams feat FSTVLST memecah menutup dengan
ciamik. Masi bisa mengikuti lagu – lagu dari The Adams, Timur, Hanya Kau,
Konservatif, Masa – masa, dan Waiting For You. Lalu FSTVLST, sayangnya belum
bisa mengikuti. Band asli Jogja yang banyak dari teman – teman saya
mengidolakannya.
Saya saat ini sedang menemukan kenikmatan dalam kerumunan
konser. Bernyanyi membuat Bahagia dan yang pasti lega. Ada perasaan lega ketika
bisa bernyanyi, terlebih menghayati setiap lirik yang ada. Walaupun hanya tipis
– tipis begoyang di pinggiran, tetap bisa menikmati dengan caranya sendiri.
Jadi jangan kaget jika mulai tahun – tahun kedepan, menonton konser akan lebih
banyak saya lakukan. Khususnya Senang – senang fest, sampai jumpa tahun depan!
Comments
Post a Comment